Press "Enter" to skip to content

Susunan Kabel Straight dan Kabel Cross untuk RJ45

Susunan Kabel Straight dan Kabel Cross – Bagaimana susunan kabel straight dan cross ketika ingin membuat kabel untuk jaringan? Bagaimana metoda pengujian kabel straight dan cross? Kabel apa yang paling banyak dipakai untuk jaringan? Temukan semua jawabannya di sini. Silakan gunakan daftar isi di bawah untuk langsung ke topik yang kalian tuju. Tks.


Jika kalian sedang belajar tentang jaringan komputer, maka kalian harus memulainya dari dasar. Walaupun kalian bukan berasal dari sekolah TKJ, kalian tetap bisa mempelajari jaringan dengan resource yang ada di internet. Salah satunya website ini.

Salah satu yang harus kalian pelajari dari awal, tentu sebelum mengenal sistem operasi Linux, adalah mengenai jenis-jenis kabel jaringan yang sering dipakai. Silakan baca jenis-jenis kabel jaringan untuk mengetahui lebih lanjut.

Di sini secara khusus kami akan menjelaskan tentang salah satu kabel yang sering dipakai, yaitu kabel UTP (Unshielded Twisted Pair).

Apa itu Kabel UTP?

Seperti yang sudah kami bilang sebelumnya, UTP adalah singkatan dari Unshielded Twisted Pair. Secara nama sudah bisa ditebak kalau kabel jaringan ini tidak memiliki pelindung alumunium seperti jenis kabel twisted pair lainnya.

Kata ‘twisted pair’ sendiri merujuk pada susunan kabel (total ada 8 kabel dengan warna berbeda-beda) yang dipilin sedemikian rupa sehingga terasa padat ketika dibungkus plastik.

Jika kalian membuka bungkus kabel ini, kalian akan menemukan 8 kabel dengan warna sebagai berikut:

  • Putih oren
  • Oren
  • Putih biru
  • Biru
  • Putih hijau
  • Hijau
  • Putih Coklat
  • Coklat

Penjelasan mengenai fungsi dari warna-warna kabel di atas bisa baca ulasannya di sini: mengenal kabel UTP dalam jaringan.

Nah kedelapan kabel di atas harus disusun sedemikian rupa agar bisa digunakan dalam jaringan. Ada dua metoda penyusunan kabel UTP untuk jaringan, namanya metoda straight dan metoda cross; atau yang lebih sering dikenal dengan kabel straight dan kabel cross.

Setelah warna kabel disusun menggunakan salah satu dari dua metoda di atas, ujung kabel harus dipasangi konektor RJ45. Sebabnya, konektor atau socket LAN yang ada pada perangkat jaringan biasanya menggunakan konektor ini.

Tenang saja, caranya cukup mudah. Hanya saja kalian harus punya tool yang namanya tang crimping. Mari kita langsung ke topik utama, yaitu susunan warna kabel straight dan kabel cross.

Apa itu Kabel Straight?

Kabel straight sebetulnya adalah kabel UTP yang warna-warna kabelnya disusun sama antara ujung satu dengan ujung lainnya. Itulah kenapa dinamakan straight (lurus). Tapi meskipun demikian penyusunan warnanya tidak bisa asal. Ada standar yang harus diterapkan untuk ini.

Kabel straight biasanya dipakai untuk menghubungkan dua perangkat jaringan yang berbeda, misalnya switch dengan komputer, switch dengan router, dsb. FYI, kabel UTP tipe straight merupakan yang paling banyak digunakan sampai saat ini.

Contoh Penggunaan Kabel Straight

Seperti yang barusan kami bilang di atas, kabel straight ini digunakan untuk menghubungkan dua device jaringan yang berbeda. Berikut adalah beberapa contoh penggunaannya:

  • Menghubungkan switch dengan komputer
  • Menghubungkan hub dengan komputer
  • Menghubungkan router dengan komputer
  • Menghubungkan router dengan switch
  • Menghubungkan modem dengan switch

Susunan Warna Kabel Straight

Susunan warna kabel straight dibuat sama antara ujung satu dengan ujung lainnya. Berikut adalah susunan warna kabel ini:

Susunan-kabel-straight
Susunan-kabel-straight
  1. Putih oren
  2. Oren
  3. Putih hijau
  4. Biru
  5. Putih biru
  6. Hijau
  7. Putih coklat
  8. Coklat

Sebagai tips untuk menghapalkan susunan warna tersebut, silakan ulang-ulang kata berikut ‘Punya Oleh-Oleh, Pak Haji Buat Para Bapak Haji PeCinta Cinderamata’. Perhatikan dan ingat-ingat huruf yang besarnya: POO PHB PBH PCC (putih oren oren, putih hijau biru, putih biru hijau, putih cokelat cokelat).

Itu hanyalah salah satu cara untuk mengingat susunan warna kabel straight. Jika kalian punya cara lain yang lebih mudah untuk diingat, silakan saja.

Apa itu Kabel Cross?

Kebalikan dari kabel straight, kabel cross membedakan susunan warna tiap ujungnya. Jadi secara istilah, kabel cross adalah kabel UTP yang warnanya disusun sedemikian rupa dengan membedakan susunan warna di kedua ujungnya.

Secara umum kabel cross dipakai untuk menghubungkan dua perangkat jaringan yang sama. Misal komputer dengan komputer, router dengan router, dll. Bila dibandingkan dengan kabel straight, penggunaan kabel cross ini terhitung jarang. Namun meskipun demikian, jika kalian serius belajar jaringan, mengetahui susunan kabel cross adalah hal yang wajib.

Contoh Penggunaan Kabel Cross

  • Menghubungkan komputer dengan komputer
  • Menghubungkan switch dengan switch
  • Menghubungkan router dengan router
  • Menghubungkan hub dengan hub

Susunan Warna Kabel Cross

Sekali lagi, kabel cross memiliki susunan warna yang berbeda di tiap ujungnya. Berikut adalah susunan kabel cross:

Susunan-kabel-cross
Susunan-kabel-cross

Susunan warna kabel cross ujung 1

  1. Putih oren
  2. Oren
  3. Putih hijau
  4. Biru
  5. Putih biru
  6. Hijau
  7. Putih cokelat
  8. Cokelat

Susunan warna kabel cross ujung 2

  1. Putih hijau
  2. Hijau
  3. Putih oren
  4. Biru
  5. Putih biru
  6. Oren
  7. Putih cokelat
  8. Cokelat

Sebagai tips agar mudah menghapal susunan kabel jenis cross, kalian tinggal hapalkan kalimat ‘Punya Oleh-Oleh, Pak Haji Buat Para Bapak Haji PeCinta Cinderamata’ untuk ujung pertama, lalu menukar kabel nomor 1 dan 3 ke 2 dan 6 pada ujung kedua.

Tips Crimping Kabel UTP

Sebelum mengakhiri artikel ini, ada beberapa tips untuk kalian yang sedang belajar untuk meng-crimping kabel UTP dengan RJ45. Karena, meskipun sudah hapal susunan warna dari tiap-tiap kabel, kadang akan terjadi kesalahan jika proses crimping tidak bagus. Alhasil, jika crimpingnya tidak bagus konektor RJ45 akan terbuang sia-sia dan kabel akan menjadi semakin pendek.

1. Siapkan Peralatan Crimping

Ada beberapa tool yang harus kalian siapkan sebelum memulai proses crimping. Pertama, tentu saja kabel UTP; kedua, konektor RJ45; ketiga, tang crimping; keempat LAN tester untuk mengecek apakah susunan kabel sudah betul dan mengirimkan data.

2. Hati-hati Potong Isolator Kabel UTP

Kabel isolator UTP terbuat dari plastik yang tipis. jadi kalian harus hati-hati dalam membuka isolatornya agar kabel-kabel kecil di dalamnya tidak ikut terpotong. Potong sekira 3-4 cm dari ujungnya, lalu buka pilinan dari kabel tersebut sampai rapi. Usahakan sudah diluruskan agar mudah ketika menyusun.

Setelah itu urutkan warna-warna kabelnya sesuai dengan keperluan kalian; apakah straight atau cross. Setelah itu potong ujung kabel tersebut secara lurus agar nantinya lebih mudah dipasangkan konektor RJ45.

3. Pastikan Ujung Kabel Berwarna Mentok di Ujung RJ45

Ketika memasukkan kabel UTP ke konektor RJ45, usahakan setiap ujung kabel berwarna mentok di ujung konektornya. Hal ini karena penghubung konektor tersebut terletak di ujung. Sehingga jika kabel-kabel warna tersebut tidak mencapai penghubung, otomatis kabel tersebut tidak akan berfungsi.

4. Kunci RJ45 dengan Hati-hati

Pastikan tang crimping yang kalian gunakan tidak ada masalah. Baca tips membeli tang crimping RJ45 agar tidak kecewa. Setelah itu, masukkan kabel UTP yang sudah tersambung ke RJ45 ke dalam tang crimping. Pastikan kalian mendengan suara ‘klik’ ketika melakukannya. Hati-hati jangan terlalu keras, pengunci RJ45 bisa patah.

5. Pengetesan

Lakukan pengetesan kabel dengan LAN tester. Amati lampu yang berkedip dalam device tersebut. Jika susunan betul dan lampu dari LAN tester menyala semua, itu berarti kabel tersebut sudah siap digunakan.


Akhir Kata

Demikian. Itulah penjelasan singkat tentang kabel UTP dan detail tentang susunan warna kabel straight dan kabel cross yang merupakan dua metode penyusunan warna untuk kabel UTP agar siap dipakai dalam jaringan. Monggo dipraktikkan.

Jika ada diskusi atau pertanyaan, silakan tinggalkan komentar di bawah. Jika kami tahu jawabannya pasti akan kami jawab.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *